Kamera

Kombinasi 5 MP (kamera utama) dan VGA (kamera depan) sebetulnya lumrah di kalangan smartphone kelas menengah. Tapi jadi agak mengesalkan ketika melihat nama besar HTC. Tak ada ftur spesial untuk kamera utama, apalagi untuk kamera depan. Dan jangan berharap bisa rekam video HD. Yang ada hanya pilihan Widescreen, Low, dan MMS. Meski begitu, foto maupun video besutan kamera utama tak terlalu mengecewakan. Warna masih cukup natural dan objek cukup detil. Gerakan objek pun lumayan mulus. Begitu pun foto dan video hasil tembakan kamera depan, masih bisa diterima. Tentu saja itu dalam kondisi normal yang cukup cahaya. Pada pemotretan makro, perlu trik untuk mengurangi blur meski sudah ada Macro mode. Begitu pula pada pemotretan low-light, perlu banyak menjajalnya untuk dapatkan hasil maksimal meski ada Night mode dan ?ash. Masih ada Face detection dan Auto smile capture di moda foto, atau Lock focus di moda video, yang bisa dicoba. Begitu pula sejumlah efek unik yang khas HTC, dan kemampuan motret-sambilrekam video. Di Gallery, foto bisa di-edit dengan sejumlah efek, frame, retouch, dan transform. Video hanya bisa di-trim. Foto dan video mudah di-share ke media sosial, update status wa dan update status BBM

Kinerja dan Antarmuka

Ya, RAM 512 MB langsung menciutkan nyali untuk memasang banyak aplikasi, apalagi yang nantinya terus aktif di latar. Kami menjajal benchmark, dan hasilnya sebagai berikut: AnTuTu Benchmark 4.2: 7870 Nenamark 2.4 : 36.7 fps Quadrant Standard Edition 2.1.1 : 3426 Vellamo : 1481 (HTML5), 343 (METAL) Angka-angka tersebut rata-rata berada di peringkat menengah ke bawah. Biasanya, handset seperti ini cepat mengalami lag ketika handset sudah dipenuhi banyak aplikasi. Dengan adanya slot microSD, ada baiknya instalasi aplikasi “dipaksa” pindah ke kartu memori. Begitu pula penyimpanan fle. Dengan begitu, storage tak cepat terkuras. Tampilan antarmuka relatif sama dengan seri HTC lainnya yang berbekal HTC Sense dan HTC BlinkFeed. Ya, HTC BlinkFeed analog dengan TimeScape di produk Sony. Ini merangkum semua aktivitas favorit dalam satu jendela. Secara default ada tiga jendela home; dan ini fxed – tak bisa ditambah atau dikurangi. Untuk masuk ke pengaturan home, gunakan dua jari untuk “mencubit” layar. Kami hanya coba main game online secara non-stop sekitar 30 menit. Bodi tetap adem. Baterai lumayan cepat terkuras, dari 90% ke 65%. Begitu pun ketika dipakai jepret foto dan rekam video secara intens, masing-masing sekitar 30 menit. Jadi siapkan power bank kalau kamu demen main game, atau jeprat-jepret. Pada pemakaian standar dengan WiFi nyala, grup WhatsApp dan BBM ‘berisik’, bolak-balik cek Facebook dan Path, diselingi main game Candy Crush dan Line PokoPang, baterai bertahan rata-rata 7 jam

Komunikasi, Internet, Koneksi

Yang perlu dicatat, Phone asli Desire 300 tak bisa video call. Tapi kita bisa pakai Hangouts, maupun aplikasi video call lainnya yang mudah dicari di Play Store. Kita bisa pakai selular maupun WiFi sebagai koneksi internet. Dukung 3G, setting internet operator bisa langsung dikenali. Sewaktu handset terhubung ke komputer ber-Windows 7 via kabel, driver langsung terinstal, lalu handset langsung bisa dibaca sebagai drive. Kita bisa langsung copy-paste fle antara handset dan komputer. Desire 300 juga dukung USB OTG. Jadi kita juga bisa langsung copy-paste fle antara handset dan ?ash drive. Bluetooth juga bisa dipakai untuk transfer fle antar perangkat, maupun tethering untuk membagi internet seluler. Tidak ada NFC. WiFi dilengkapi WiFi Direct maupun WiFi hotspot. Seperti seri HTC lainnya, ada Smart network sharing dan Internet pass-through selain USB tethering.