Manfaat Pendidikan Seks Kepada Anak

pascal-edu.com – Dengan memberikan informasi yang lengkap pada anak, beberapa hal bisa dipahami anak dengan baik :

Anak mau menghargai tubuhnya sendiri, terutama organ seksualnya, dengna cara menjaga kebersihan dan kesehatannya. Antara lain, ia akan selalu membersihkan semua organ vitalnya setiap kali mandi dan tidak memasukkan benda-benda berbahaya ke dalamnya.

Anak memahami bahwa tidak sembarangan orang boleh menyentuhnya, apalagi memegangnya. Jika ada yang ingin melakukannya, dia telah dibekali untuk menghindar dengan cara menjauhi, berteriak atau mungkin menyerang balik. Dengan demikian, anak dapat terhindar dari tindakan pelecehan seksual.

Anak juga bisa menghargai organ seksual orang lain sehingga diharapkan dia tidak melakukan pelecehan seksual.

Anak pun diharapkan bisa bersikap baik dengan memahami bahwa sesuatu yang belum pantas ia saksikan, maka tidak akan ia tonton. Misalnya, menyaksikan film porno atau mengakses situs-situs dewasa, karena hal ini akan mempengaruhi kestabilan psikologisnya.

Rambu Rambu Menjawab

Ketika anak bertanya tentang seks, beberapa kiat ini bisa kita lakukan supaya anak mendapat jawaban yang tepat dan lengkap.

• Bersikaplah tenang, jangan panik. Dengan bersikap tenang kita bisa untuk merumuskan jawaban lebih baik, jelas dan terarah.

• Ajak si kecil berbicara pada situasi yang nyaman, jangan terburu-buru, lakukan kontak mata sehingga kita dapat melihat ekspresi si kecil. Gunakan kalimat sederhana, tidak terlalu panjang, agar anak bisa memamhaminya dengan baik.

• Gunakan kata asli untuk menyebut alat vital, seperti penis, vagina, payudara, bokong, agar anak lebih mudah memahaminya. Mengasosiasikan dengan benda lain membuat anak kesulitan mencernanya.

• Hindari sikap mengkritik yang membuat anak merasa bersalah. umpam, “Adek, kok bertanya yang aneh gitu?” selain anak tidak mendapatkan jawaban yang diinginkannya, ia pun takut untuk bertanya lagi, padahal informasi yang tepat sangat dibutuhkannya.

• Jangan mengalihkan pertanyaan ke hal lain. misalnya, dengan mengatakan, “sudahlah, bicarain yang lain saja ya dek!” anak akan beranggapan, hal yang ditanyakan bukanlah sesuatu yang penting dan tidak perlu dipikirkan. Padahal,kenyataannya tidaklah demikian, melainkan sangat penting untuk diketahui.

• Hindari bersikap pura-pura tidak mendengar saat anak bertanya karena akan membuat anak merasa tidak dihargai. Ia pun akan malas untuk bertanya kembali atau malah menjadi marah karena diacuhkan.