Pemerintah Sudah Swasembada Cabai Bagian 2



Total prognosa luas panen cabai rawit selama Januari 2018 sebesar 57.058 ha. Sedangkan untuk cabai besar, lima daerah teratas dengan total luas panen terluas adalah Temanggung (1.195 ha), Rejanglebong (1.096 ha), Kulonprogo (982 ha), Magelang (964 ha), dan Kerinci (844 ha) Total angka prognosa luas panen cabai besar untuk Januari 2018 sebesar 35.324 ha. Dengan pola tanam yang terencana seperti itu diharapkan pola suplai cabai ke pasaran stabil sehingga harga pun tidak terlalu berfluktuasi.

Inflasi?

Komoditas cabai acap kali disebut-sebut sebagai penyebab inflasi. Menurut Bank Indonesia (BI), pengertian inflasi adalah kenaikan harga yang meng akibatkan kenaikan harga pada barang lainnya. Saking seringnya cabai ditunjuk sebagai biang inflasi, BI pun turun tangan untuk mengendalikan inflasi dengan program pengembangan klaster di bawah Departemen Pengembangan UMKM BI. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), cabai merah menyumbang inflasi sebesar 0,05% terhadap laju inflasi Oktober 2017 dan 0,06% pada laju inflasi November 2017. Sedangkan pada November 2016, BPS mencatat adanya kenaikan harga cabai merah sebesar 0,92% yang memiliki andil inflasi sebesar 0,16% terhadap kenaikan bahan pangan. Dan pada Oktober 2016, cabai merah menyumbang inflasi 0,7%. Soekam mengaku, sudah sejak 2015 diajak BI terjun langsung ke daerah-daerah untuk menjalankan program pengendalian inflasi pada bahan pangan seperti cabai dan bawang. Menurutnya, riuh kampanye pilkada sangat mempengaruhi inflasi pada 2015 dan 2016. “Tahun ini sudah cukup berhasil. Inflasi bukan lagi karena tanaman pangan, tapi lebih ke transportasi dan listrik,” pungkasnya